Jakarta – Dugaan tindakan melawan hukum yang melibatkan seorang oknum tenaga medis, Dr. Sri Rahayu Wati (Ayu), kini mencuat ke publik. Ayu bersama suaminya yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) diduga kuat melakukan upaya penjebakan terhadap seorang pria bernama Josh terkait pengambilalihan dokumen aset dan kendaraan secara paksa.
Peristiwa ini bermula saat Ayu memberikan instruksi kepada Josh untuk mengambil paksa Akta Jual Beli (AJB) dan satu unit sepeda motor yang diklaim dibawa kabur oleh suaminya. Meski awalnya disepakati unit tersebut akan langsung diserahkan ke Polsek, namun Ayu secara tiba-tiba mengubah instruksi di tengah jalan.
“Ibu Ayu meminta saya untuk tidak membawa motor itu ke Polsek terlebih dahulu
melainkan membawa kabur unit tersebut selama beberapa jam sambil menunggu instruksi selanjutnya. Saya langsung merasa ada yang tidak beres, ini seperti skenario jebakan agar saya dituduh melarikan barang orang lain,” ungkap Josh kepada media, Kamis (05/03/2026)
Firasat Josh terbukti kuat ketika suami Ayu juga mencoba merayunya untuk membantu menggadaikan motor dan AJB tersebut. Menyadari adanya potensi pelanggaran pasal pidana mengenai penyuruhan
melakukan tindakan melanggar hukum, Josh memilih untuk mengabaikan seluruh perintah pasangan suami istri tersebut
Ketegangan memuncak pada sore hari ketika suami Ayu melakukan intimidasi verbal dan ancaman fisik terhadap Josh. “Dia memaki saya dengan kata-kata kasar dan mengancam akan ‘menginjak-injak’ saya. Padahal, saya hanya berusaha tidak terjebak dalam skenario mereka,” tambah Josh
Dugaan Pemalsuan Dokumen Negara
Buntut dari kekecewaan Josh membeberkan informasi krusial terkait dugaan pelanggaran hukum lainnya yang dilakukan oleh Ayu. Berdasarkan pengakuan farid sebelumnya kepada Josh, status pernikahan mereka diduga didasari atas pemalsuan dokumen kependudukan.
Farid bercerita bahwa ia diduga memalsukan status di KTP dari bersuaminya menjadi janda demi bisa menikah pria WNA tersebut. Semua dokumen seperti KTP hingga Buku Nikah diduga dibuat secara tidak resmi di kawasan Buncit,” jelas Josh sambil menunjukkan bukti-bukti pendukung yang ia miliki.
Atas rentetan kejadian ini, Josh mempertimbangkan untuk melaporkan dugaan penjebakan, pengancaman, serta pemalsuan dokumen ini kepada pihak berwajib agar diproses secara hukum yang berlaku.
(Josh)













